Rabu, 02 November 2011

TEKNIK PENGOLAHAN LAHAN

           Dalam bercocok tanam kita pasti mengharapkan hasil yang maksimal dari tanaman yang kita tanam. Oleh karena itu, ada beberapa taknik yang dilakukan dalam pengolahan lahan yang akan kita gunakan sebagai lahan pertania.
Cara Pengolahan Sawah
            Pengolahan sawah yang diperuntukan bagi tanaman padi sangatlah penting untuk perhatikan.   Karena lahan sawah merupakan tempat mengambil cadangan hara yang dibutuhkan  bagi tanaman padi.  Oleh karena itu pertumbuhan tanaman padi diantarannya akan dipengaruhi sejauhmana proses pengolahan yang dilaksanakan sebelum ditanami.
            Sistem pengolahan lahan dapat dilaksanakan secara tradisional dengan menggunakan bajak, singkal, dan cangkul. Maupun  dengan cara modern dengan menggunakan alat mekanisasi seperti hand tractor.

1.      Proses pengolahan lahan sawah yang baik diawali dengan cara melakukan pemisahan jerami, sisa – sisa panen yang tidak terangkat, rumput dan tanaman gulma lainnya. Agar supaya jerami dan sisa – sisa tanaman lainya tidak dibakar. Maka untuk memudahkan proses pengolahan lahan, sebaiknya jerami dipisahkan dan dikumpulkan disekitar pematang (pinggiran petakan).

2.      Apabila tanah setelah mengalami musim kemarau, sebelum diolah tanah sebaiknya digenangi air terlebih dulu beberapa hari agar pori-pori tanah membuka dan tekstur tanah menjadi  lembek.

3.      Setelah tanah menjadi lembek, artinya tanah siap untuk diolah.

4.      Pengolahan pertama dilakukan dengan cara dibajak, bisa menggunakan bajak/singkal dengan bantuan sapi atau kerbau.  atau bisa juga menggunakan bajak traktor tangan. Proses pembajakan ini dilakukan dengan cara membalikan lapisan olah tanah agar sisa – sisa tanaman seperti  rumput, dan jerami dapat terbenam. Setelah tanah dibajak, maka dibiarkan beberapa hari, agar terjadi proses fermentasi untuk membusukan sisa tanaman dan jerami di dalam tanah.

5.      Selama proses tersebut sebaiknya ditambahkan bahan organik lainnya seperti pupuk kandang dan pupuk hijau. Agar kandungan hara dalam tanah dapat meningkat. Penggunaan bahan organik bertujuan untuk memperbaiki sifat fisika, kimia dan biologi tanah. Gunakan bahan organik atau pupuk kandang sebanyak 2-3 ton/ha, seperti kompos, jerami, pupuk kandang/kotoran sapi atau ayam, pupuk hijau dan pupuk organik lainnya. Pupuk kandang dan sumber organik lainnya digunakan  pada saat pengolahan lahan untuk meningkatkan kesuburan tanah dan kadar bahan organik tanah. Dan menyediakan mikro hara dan faktor-faktor pertumbuhan lainnya yang biasanya tidak disediakan oleh pupuk kimia (anorganik). Penggunaan bahan-bahan ini juga dapat meningkatkan pertumbuhan mikroba dan perputaran hara dalam tanah.

6.      Kemudian dilakukan proses pengolahan kedua yaitu proses penggemburan atau proses pencampuran antara bahan organik dengan tanah.  Proses ini dimaksudkan agar bahan organik dapat menyatu dengan lapisan olah tanah. Diusahakan selama pengolahan ini pasokan air agar mencukupi. Jangan terlalu kering dan jangan terlalu basah. Proses pencampuran ini dilakukan  sampai bahan organik benar-benar menyatu dan melumpur dengan lapisan olah tanah.
7.      Proses  selanjutnya permukaan tanah diratakan dengan bantuan alat berupa papan kayu yang ditarik sapi atau kerbau, atau dengan menggunakan traktor tangan.  Proses ini dimaksudkan agar lapisan olah tanah benar-benar siap untuk di tanami tanaman padi pada saat tandur dilaksanakan.

8.      Waktu yang dibutuhkan selama proses pengolahan tanah ini berkisar antara 16 – 18 hari.
Dianjurkan agar penggunaan traktor tangan dikurangi, karena pengaruh yang ditimbulkan jika setiap kali mengolah tanah menggunakan traktor adalah tekstur tanah menjadi lebih padat.  Hal ini akan mempengaruhi proses penyerapan hara dan pertumbuhan perakaran pada tanaman padi.

Cara Pengolahan Tegalan
            Tegalan adalah lahan kering yang digunakan untuk memproduksi tanaman – tanaman musiman yang lebih tahan terhadap kekeringan. Namun, walau tidak memerlukan air sebanyak sawah untuk ditanami padi, dalam mengolah lahan tegalan harus sesuai dengan prosedur – prosedur yang tepat agar lahan tegalan dapat menghasilkan hasil bumi (tanaman) yang baik. Karena tegalan bersifat kering, maka lebih mudah terkena erosi. Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pengolahan lahan tegalan :
1.      Tanaman semusim pada lahan kering idealnya ditanam pada lereng. Lahan dengan tanah bersolum sedang-dalam dengan lereng 15-40%, penanaman tanaman semusim masih dapat dilakukan, namun harus dikombinasikan dengan tanaman tahunan. Proporsi tanaman tahunan harus semakin besar dengan  semakin tingginya kemiringan lahan.  Selain proporsi tanaman, penerapan teknik konservasi tanah juga harus dilakukan.
2.      Untuk mencegah erosi, dilakukan penanaman tanaman penutup tanah seperti tanaman legum yang menjalar, semak perdu atau pohon, maupun rumput – rumputan dan tumbuh-tumbuhan lainnya, serta  sisa-sisa tanaman yang ditujukan untuk mengendalikan erosi dan aliran permukaan.
3.      Selain dengan cara vegetasi seperti cara diatas, dapat juga secara mekanis. Pembuatan berbagai macam teras (bangku, gulud, kebun, individu), rorak, pembuatan berbagai macam saluran pembuangan air, dan saluran drainase lainnya.
4.      Sebelum ditanami, tanah harus diolah dengan baik. Tanah dicangkul secara merata, agar humus yang berada di permukaan bisa tercampur.
5.      Setelah tanah dicangkul, campurkan dengan pupuk organik agar kandungan unsur hara tanah meningkat.
Cara Pengolahan Pekarangan
            Lahan pekarangan biasanya tidak dimanfaatkan secara optimal, padahal pekarangan dapat memberikan manfaat yang besar untuk memenuhi kebutuhan  gizi keluarga disamping sekaligus untuk keindahan. Lahan pekarangan dapat dimanfaatkan sebagai apotek hidup atau ditanami sayuran dan buah – buahan. Sebelum ditanami, lahan pekarangan harus diolah dengan baik.
Berikut cara – cara pengolahan lahan pekarangan:
1.      Pengolahan Lahan
Lahan dibersihkan dari tanaman liar, namun jangan menggunakan bahan kimia karena dapat merusak tanah. Setelah debersihkan, perlu diberi pupuk organik agar tanah menjadi gembur kembali, selanjutnya bisa diberi pupuk kimia.
2.      Menentukan Jenis Tanaman
Pilih tanaman yang bermanfaat bagi keperluan rumah tangga
3.      Menentukan Tata Letak Tanaman
Diperlukan untuk pengaturan cahaya matahari yang dapat ditangkap oleh tanaman, dan kerapatan populasi tanaman
4.      Pemeliharaan
Penyiangan, sisa – sisa tanaman sebaiknya dikeringkan lalu dikubur dalam – dalam agar meningkatkan kesuburan tanah. Sisa tanaman juga dapat digunakan untuk kompos. Pemberian air secara teratur agar tidak terjadi kekeringan.

0 komentar:

Poskan Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Online Project management